SMA Negeri 19 Tebo Gelar Gebyar Lomba 2026 dalam Rangka HUT ke-9, Wujudkan Siswa Aktif Berkarya dan Bersinergi

Penampilan salah satu peserta lomba gebyar HUT SMAN 19 Tebo  Gebyar panggung ulang tahun SMAN 19 Tebo dalam berbagai lomba    Kegiatan Gebyar ultah SMAN 19 Tebo ke 9 Para peserta lomba gebyar ultah SMAN 19 diikuti Siswa siswi SD dan SMP Tebo  SMA Negeri 19 Tebo menggelar Gebyar Lomba 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 sekolah dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini mengusung tema  “Kita Wujudkan Siswa Aktif Berkarya, Bersinergi, dan Selalu Bertumbuh Semangat Baru.” Tema tersebut menjadi semangat utama dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk membangun karakter, kreativitas, dan potensi generasi muda. Kegiatan gebyar lomba ini dilaksanakan mulai hari Sabtu hingga Rabu, pada tanggal 28 hingga 29 April 2026, dan diikuti oleh peserta dari jenjang TK sederajat hingga SMP sederajat. Peserta berasal dari berbagai sekolah yang berada di wilayah Rimbo Bujang dan sekitarnya. Kehadiran para peserta dari berbagai s...

Di usir Pergi meninggalkan Rumah Tanpa Uang Sepeserpun, "Aku Hanya Memberimu Semangkuk Bakmi dan Kau begitu Terharu !!

Alt text
Ilustrasi gambar oleh penulis..


* INTISARI KEHIDUPAN *


Seorang anak bertengkar dengan Ibunya dan Meninggalkan Rumah.


Saat berjalan tanpa tujuan Ia Baru Sadar bahwa Ia sama Sekali tidak Membawa uang.

Ia Lapar sekali, ingin makan Semangkok Bakmi


Pemilik bakmi melihat anak itu Berdiri Cukup lama didepan Warungnya, lalu Bertanya.


"Nak, apakah Engkau ingin Memesan Bakmi?"


“Ya, tapi aku tidak Punya Uang,"

jawab anak itu dengan malu-malu.


"Tidak Apa-apa, aku Akan Memberi Gratis".


Anak itu Segera Makan. Kemudian air Matanya mulai Berlinang.


“Ada apa Nak?"

tanya Pemilik Warung.


“ Tidak apa-apa, Aku Hanya terharu Karena Seorang yang Baru Kukenal Memberi aku Semangkuk Bakmi sedangkan Ibuku telah Mengusirku dari rumah,Kamu seorang yang Baru Kukenal tapi Begitu Peduli Padaku " 


Pemilik warung itu Berkata,


" Nak mengapa kau Berpikir Begitu ?! Renungkan hal ini...Aku Hanya Memberimu Semangkuk Bakmi dan Kau begitu Terharu,

... Sedangkan ...

" Ibumu telah Memasak nasi lauk, dan yang lain lain  Setiap Hari sampai Kamu Dewasa,

Harusnya kamu Berterima Kasih Kepadanya ..." 


Anak itu Kaget Mendengar Hal tersebut...Mengapa untuk Semangkuk Bakmi dari orang yang Baruku Kenal aku Begitu Berterima Kasih,


... Tapi ...

Terhadap Ibuku yang Memasak Untukku selama Bertahun-tahun,

Aku tak Pernah Berterima Kasih.


Anak itu Segera Bergegas Pulang


Begitu Sampai di Ambang Pintu rumah,

ia Melihat Ibunya dengan Wajah Cemas.


Ketika Melihat Anaknya,

Kalimat Pertama-tama yang Keluar dari Mulutnya adalah


 "Nak.., Kau sudah Pulang, Cepat masuk, Ibu Telah Menyiapkan Makan Malam."


Mendengar Hal itu,

si anak tidak dapat Menahan Tangisnya dan Menangis dihadapan Ibunya .


Sahabatku,

Kadang Satu Kesalahan, Membuat kita Begitu Mudah Melupakan Kebaikan yang Telah kita Nikmati tiap hari.


Sekali Waktu kita Mungkin akan Sangat Berterima Kasih untuk Suatu Pertolongan Kecil yang Kita Terima.


Namun kita sering tidak Sadar dan Lupa Berterima Kasih Akan Kebaikan-kebaikan dari Orang-orang yang Sangat Dekat Dengan Kita.


Hidup itu Indah,

kalau kita Pandai Berterima Kasih dan Bersyukur ...


Alt text
Ilustrasi gambar oleh penulis..

 ( Os )


Comments